Peduli Gizi Generasi Penerus, Babinsa Koramil Singkohor Dampingi Program MBG di Kota Baharu
Daftar Isi
ACEH SINGKIL – Upaya memperkuat kepedulian terhadap pemenuhan gizi masyarakat terus mendapat dukungan dari berbagai unsur di wilayah Kabupaten Aceh Singkil. Salah satunya terlihat melalui keterlibatan Babinsa Koramil 0109-06/Singkohor, Sertu Erpina Sapna, dalam pendampingan kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Muara Pea dan Desa Ladang Bisik, Kecamatan Kota Baharu, Sabtu (8/8/2026).
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut bukan sekadar menjalankan tugas pendampingan di wilayah binaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara TNI, pemerintah desa, masyarakat, serta unsur terkait dalam mendukung program pemenuhan kebutuhan gizi.
Sejak kegiatan berlangsung, Sertu Erpina Sapna turut memastikan proses pelaksanaan MBG berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Pendampingan dilakukan sebagai bentuk perhatian Babinsa terhadap kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pemenuhan asupan makanan bergizi.
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi. Pemerintah juga menempatkan MBG sebagai bagian dari kebijakan yang mendukung kesiapan fisik dan kognitif peserta didik serta peningkatan kualitas generasi masa depan.
Di tengah aktivitas masyarakat Desa Muara Pea dan Desa Ladang Bisik, pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pemenuhan gizi bukan hanya persoalan makanan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas generasi penerus.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Dengan pendekatan yang dekat dan komunikatif, Babinsa dapat membantu menciptakan suasana yang tertib sekaligus membangun interaksi positif dengan masyarakat di wilayah binaannya.
Bagi seorang Babinsa, kegiatan pendampingan seperti ini menjadi bagian dari tugas pembinaan teritorial yang menuntut kepekaan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, Babinsa juga hadir dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan warga.
Keterlibatan Sertu Erpina Sapna di Desa Muara Pea dan Desa Ladang Bisik sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan wilayah dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah kegiatan sosial menjadi jembatan komunikasi yang mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat.
Desa Ladang Bisik sendiri bukan wilayah yang asing bagi Sertu Erpina Sapna. Sebelumnya, Babinsa Desa Ladang Bisik tersebut juga tercatat terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan bersama unsur pemerintahan kecamatan, kepolisian, tenaga kesehatan, serta tokoh masyarakat.
Kondisi tersebut memperlihatkan konsistensi Babinsa dalam membangun komunikasi sosial dan menjaga kedekatan dengan warga. Pendampingan MBG menjadi salah satu bentuk nyata dari kehadiran tersebut, terutama ketika program yang dijalankan menyentuh aspek kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Lebih jauh, kegiatan MBG juga memiliki dimensi sosial yang cukup luas. Selain memastikan penerima manfaat memperoleh makanan bergizi, pelaksanaannya dapat menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap pentingnya pola konsumsi yang sehat.
Kesadaran mengenai pentingnya makanan bergizi perlu dibangun sejak lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Anak-anak sebagai generasi penerus membutuhkan asupan makanan yang memadai agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Karena itu, keberadaan program pemenuhan gizi menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Di wilayah pedesaan, perhatian terhadap pemenuhan gizi memiliki arti yang semakin penting. Masyarakat tidak hanya membutuhkan akses terhadap pangan, tetapi juga pengetahuan mengenai makanan yang sehat, beragam, dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Dalam konteks inilah kehadiran Babinsa menjadi relevan. Melalui komunikasi sosial yang dilakukan secara langsung, Babinsa dapat ikut mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap kesehatan, kebersihan, pola makan, serta tumbuh kembang anak.
Pendampingan yang dilakukan Sertu Erpina Sapna juga memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah program di tingkat desa membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Ketika unsur TNI, pemerintah desa, masyarakat, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan pihak terkait dapat bergerak bersama, pelaksanaan program akan memiliki daya jangkau dan dampak yang lebih besar.
Suasana kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan MBG menjadi gambaran sederhana tentang pentingnya gotong royong dalam menjalankan program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Bagi masyarakat, kehadiran Babinsa juga memberikan rasa dekat dan aman. Sosok Babinsa yang selama ini dikenal sebagai aparat kewilayahan yang berada langsung di tengah masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pengawasan sosial sekaligus membantu menciptakan kondisi yang kondusif selama kegiatan berlangsung.
Pendampingan tersebut menjadi semakin bermakna karena dilaksanakan di dua wilayah desa, yakni Desa Muara Pea dan Desa Ladang Bisik, Kecamatan Kota Baharu. Dua desa tersebut menjadi bagian dari wilayah yang terus berkembang dan membutuhkan sinergi berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan Makan Bergizi Gratis pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat. Di balik setiap paket makanan terdapat pesan yang lebih besar tentang kepedulian, kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi penerus.
Dari sisi pembinaan teritorial, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan seperti ini juga memperkuat komunikasi sosial dengan masyarakat. Interaksi yang terbangun secara langsung memungkinkan berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui lebih cepat sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan kondisi yang mereka hadapi.
Kedekatan tersebut menjadi modal penting dalam membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat. TNI tidak hanya hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan keamanan, tetapi juga berada di tengah masyarakat dalam berbagai aktivitas sosial yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Melalui pendampingan MBG, Sertu Erpina Sapna menunjukkan bahwa tugas Babinsa memiliki ruang pengabdian yang luas. Dari kegiatan sosial, pembinaan masyarakat, hingga mendukung program pemerintah, seluruhnya bermuara pada satu tujuan, yakni menciptakan kondisi wilayah yang semakin sehat, aman, harmonis, dan sejahtera.
Program Makan Bergizi Gratis pun diharapkan dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan seluruh unsur di tingkat desa dan kecamatan, pelaksanaan program dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi.
Kehadiran Sertu Erpina Sapna dalam pendampingan kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang Babinsa tidak selalu hadir dalam bentuk kegiatan besar. Terkadang, pengabdian justru terlihat dari langkah sederhana: hadir di tengah warga, membantu memastikan kegiatan berjalan tertib, membangun komunikasi, dan ikut menjaga agar sebuah program yang menyentuh kepentingan masyarakat dapat terlaksana dengan baik.
Dari Desa Muara Pea hingga Desa Ladang Bisik, semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun masyarakat yang lebih sehat. Sebab, generasi yang kuat tidak hanya dibentuk melalui pendidikan, tetapi juga melalui pemenuhan gizi, lingkungan yang sehat, kepedulian sosial, serta dukungan bersama dari seluruh elemen bangsa.
Melalui sinergi yang terus terjaga antara Babinsa, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan Makan Bergizi Gratis di wilayah Kecamatan Kota Baharu diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah program, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk membangun kesadaran bahwa kesehatan dan gizi merupakan fondasi penting bagi masa depan generasi Indonesia. (*PD)

Posting Komentar